Protes Keras NU dan Isu Dubes Saudi Baru

Metroislam.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan badan otonom di bawahnya, GP Ansor pada Desember 2018 lalu sempat mengirim protes keras kepada Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi, yang saat itu masih menjabat Dubes Saudi untuk Indonesia. Sebulan setelah protes itu, kini berhembus jabatan Dubes Saudi untuk Indonesia diisi orang baru, Osama Al-Shuaibi kini tak lagi menjabat.

Protes keras PBNU dan GP Ansor itu muncul akibat cutitan Osama Al-Shuaibi di akun Twitter miliknya @Os_alshuibi, yang dianggap oleh PBNU telah menyinggung NU terkait pembakaran bendera HTI yang bertuliskan kalimat tauhid.

“Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang dari pihak organisasi sesat menyimpang kurang-lebih sebulan yang lalu,” demikian isi cuitan Osama Al-Shuaibi di akun Twitternya, dibacakan Ketum PBNU Said Aqil Siradj, dalam jumpa pers yang digelar di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018) lalu.

Melalui protesnya saat itu, PBNU mendesak pemerintah untuk menyampaikan nota kepada pemerintah Saudi agar memulangkan Osama Al-Shuaibi. Penarikan mundur Osama Al-Shuaibi dinilai oleh PBNU sebagai sanksi atas tindakan yang dinilai gegabah dan mencampuri urusan politik Indonesia.

“Osama telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah al munharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang). Padahal terkait hal ini, GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dan SOP GP Ansor, bahkan kami keluarga Besar NU menyesalkan kejadian tersebut,” tutur Said Aqil.

Sementara itu, GP Ansor juga meminta pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meminta klarifikasi Dubes Saudi terkait cuitan yang mengaitkan aksi demo dengan pembakaran bendera tauhid. Hal itu disampaikan GP Ansor melalui surat yang ditujukan ke Menlu Retno Marsudi.

“Perkenankanlah kami menyampaikan permintaan dari Pimpinan Pusat GP Ansor kepada Menteri Luar Negeri, untuk dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada, guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi sehubungan dengan masalah unggahan,” tulis Ketua umum GP Ansor Yaqut Cholil dalam suratnya.

Sebulan setelah protes keras NU itu, Osama Al-Shuaibi diketahui kini tidak lagi mengemban jabatan Dubes Saudi untuk Indonesia. Osama Al-Shuaibi di profil akun Twitter miliknya Os_alshuibi menuliskan jika dirinya telah menjadi mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

“Mantan Duta Besar dan atase pertahanan penjaga 2 tempat suci (Mekah dan Madinah atau Arab Saudi) untuk Republik Indonesia, Malaysia dan Singapura,” tulis Osama Al-Shuaibi dalam profil akun Twitter miliknya @Os_alshuibi, dilihat detikcom Kamis (3/1).

Osama Al Shuaibi kini sudah tak berada di Indonesia. Dalam postingan terakhirnya di Twitter, terlihat Osama Al Shuaibi mengunggah foto ziarah ke makam anaknya yang wafat 12 tahun lalu.

“Mengunjungi makam anakku yang meninggal 12 tahun yang lalu setelah kecelakaan mobil,” tulis Osama Al Shuaibi di postingan terakhirnya.

Selain itu, saat kunjungan Kedubes Saudi untuk Indonesia ke Kantor PBNU pada Kamis (3/1) Osama Al-Shuaibi memang tidak terlihat. Bahkan tanpa adanya kabar soal pergantian jabatan Dubes Saudi, Ketum PBNU Said Aqil langsung menyampaikan harapan agar Dubes Saudi yang baru bisa mempererat hubungan NU dengan Saudi.

“Jadi ini duta besar doktor Yahya Alqahtani jadi Dubes Saudi Arabia yang baru menggantikan Syekh Osama. Datang kemari untuk memperbarui, mempertegas bahwa hubungan antara Nahdlatul Ulama dengan masyarakat Saudi Arabia sejak dulu, sekarang, dan insyaallah seterusnya akan selalu baik,” kata Said Aqil saat menerima rombongan Kedubes Saudi di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Kedubes Saudi untuk Indonesia pun menanggapi pernyataan Said Aqil soal Yahya Alqahtani sebagai Dubes Saudi yang baru.

“Yahya bin Hassan Alqahtani Beliau sebagai Kuasa Usaha (charg é d’affaires) Kedutaan Besar Arab Saudi atau disebut juga Wakil Dubes,” ujar Kepala Kantor Urusan Media Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, Ahmad Suryana, Kamis (2/1/2019).

Saat ditanya terkait apakah dubes definitif masih dijabat Osama Al-Shuaibi ataukah jabatan dubes lowong, Suryana hanya memberikan jawaban yang sama, Yahya bin Hasan saat ini sebagai kuasa Kedutaan Besar Arab Saudi.

“Yahya bin Hassan Alqahtani, beliau kuasa usahanya untuk sekarang,” jawabnya lagi. (sumber : detik / wy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *