Trump Bilang Iran Bebas Semaunya di Suriah, Pejabat Israel Shock

Metroislam.id – Seorang pejabat senior Israel, pada hari Kamis (3/1/2019), mengaku shock mendengar komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang tak peduli dengan keberadaan militer Iran di Suriah.

“Mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan di sana, terus terang,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington. Dia tak peduli rezim Teheran memindahkan pasukannya ke Suriah yang selama ini diperangi Israel.

“Sangat menyedihkan bahwa ia (Trump) tidak memerhatikan materi intelijen,” kata pejabat senior Israel yang dilansir Ynet, Kamis (3/1/2019). Pejabat itu berbicara dalam kondisi anonim karena isu tersebut sensitif.

“Saya benar-benar shock,” ujarnya. “Trump sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di Suriah dan kubu Iran di sana,” imbuh dia.

Komentar Trump muncul dua minggu setelah dia membuat kaget pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan mengumumkan bahwa dia memerintahkan penarikan semua pasukan Amerika keluar dari Suriah.

Tentara AS telah memimpin koalisi internasional anti-kelompok Islamic State atau ISIS dan secara tidak langsung juga membantu menggagalkan pembangunan infrastruktur militer permanen Iran di Suriah. Alasan Trump memerintahkan penarikan pasukan AS dari Suriah karena ISIS sudah dikalahkan.

Israel telah berulang kali memperingatkan dalam beberapa tahun terakhir bahwa Iran berusaha untuk membangun kehadiran militer di Suriah, di mana rezim Teheran berperang bersama proksi Lebanon-nya, Hizbullah, dan Rusia untuk memulihkan pemerintahan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Para pejabat Israel juga telah memperingatkan bahwa ketidakhadiran Amerika akan membuka pintu bagi Teheran untuk menciptakan apa yang disebut “jembatan darat” dari Iran, melalui Irak dan Suriah, ke Lebanon dan ke Laut Mediterania.

Selama beberapa tahun terakhir, Israel telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah yang diklaim menargetkan fasilitas militer Iran dan Hizbullah.

Namun Trump, pada hari Rabu, mengatakan pada pertemuan kabinet bahwa Teheran seperti AS, yakni menarik pasukannya dari Suriah.

Presiden Amerika melanjutkan dengan mengatakan bahwa dalam menarik keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran tahun lalu, Washington telah mengubah kalkulus Teheran dan menghalangi upaya rezim para Mullah itu untuk mengacaukan kawasan.

“Iran bukan lagi negara yang sama,” katanya. “Iran menarik orang keluar dari Suriah. Mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan di sana, terus terang, tetapi mereka menarik orang keluar. Mereka menarik orang keluar dari Yaman. Iran ingin bertahan hidup sekarang,” katanya.

Keputusan Trump untuk menarik 2.000 tentara Amerika dari Suriah menyebabkan perombakan besar dalam pemerintahannya sendiri. Salah satunya, Menteri Pertahanan James Norman Mattis langsung mengundurkan diri karena tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Trump telah menawarkan pandangan tegas pada situasi di Suriah. Menurutnya, Suriah saat ini seperti “pasir dan kematian” sehingga pasukan AS harus ditarik dari negara tersebut. Namun, dia tidak merinci timeline penarikan pasukan tersebut. (sumber : sindonews / wy )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *