Muhammadiyah Makassar Siapkan Syiar Dakwah Virtual

Metroislam.id – Menjawab kegelisahan umat yang disebabkan pesatnya informasi hoax, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan (Sulsel) adakan pelatihan Mujahid Cyber Progresif ‘Masifikasi Syiar Islam Berkemajuan di Dunia Virtual’ dimulai tanggal 5 sampai 6 Januari 2018, di Hotel Laris UIN Alaudin, Makassar.

Ketua panitia, Rizal Pauzi menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan langkah dakwah Muhammadiyah dalam mengarungi era digital, serta implementasi dari semangat Islam Berkemajuan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah di era digital, bagaimana Muhammadiyah mengikuti perkembangan zaman sebagaimana spirit Islam Berkemajuan,” katanya

Ia menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan perwakilan atau utusan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), perwakilan dari Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (PAUM), serta perwakilan dari Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah se-Sulsel.

Dalam kesempatan yang berbeda, Hadisaputra, Ketua MPI PWM Sulsel mengatakan bahwa, Muhammadiyah dalam gerakkan dakwah cyber sebenarnya telah ada sejak lama. Akan tetapi di Muhammadiyah sendiri memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengelola aset tersebut. Padahal dakwah kepada manusia abad informasi sekarang ini tidak bisa dipisahkan dengan dunia vritual.

“Manusia modern saat ini lebih sering berjumpa secara virtual dibanding secara fisik. Oleh karenanya dakwah di berbagai lini media sosial, maupun aplikasi perpesanan, mutlak dikuasai para aktivis Muhammadiyah,” ungkapnya.

Hadi menjelaskan, pelatihan yang diselenggarakan ini berorientasi pada pemaksimalan metode dakwah transformatif berbasis IT, masifikasi public relatiaon, mobilisasi sumber daya filantropi, mobilisasi advokasi kepentingan publik (politik strategis), serta untuk counter isu negatif terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.

Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini menghadirkan tokoh diantaranya Ketua Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse, ada juga Dr. Tasrifin Tahara (Antropolog Unhas), Dr. Wahyuddin Halim (Antropolog UIN Alauddin), AS Kambie (Jurnalis Tribun Timur), Dr. KH. Mustari Bosra (Sejarawan UNM), Tim Cyber Crime Polda Sulsel, dan Tim Fasilitator Komunitas Dosen Jualan Makassar.

Dosen Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar ini berharap dari pelatihan  yang diadakan bisa menghasilkan mujahid cyber Muhammadiyah progresif, sebagai kepanjangan aksi dari dakwah Muhammadiyah ke masyarakat luas. (Sumber : muhammadiyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *