Sebar Hoaks adalah Praktik Politik Kotor yang Harus Dihindari

Metroislam.id – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Indra Hakim Hasibuan menyebut hoaks tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos merupakan praktik politik yang kotor. Indra mengatakan, praktik politik kotor tersebut harus dijauhi, lantaran saat ini masyarakat sudah pintar menelaah mana informasi yang benar.

Cara-cara seperti menyebarkan hoaks untuk menjatuhkan lawan politik, kata Indra, sebaiknya tidak dilakukan. Lebih lanjut kata dia, banyak cara lain yang bisa dilakukan ketimbang melakukan hal yang tidak benar tersebut.

“Sekarang ini masyarakat makin cerdas. Tidak perlu menjatuhkan dan selalu sentimen kepada salah satu paslon. Lebih baik adu gagasan atau konsep untuk hadapi kontestasi,” kata Indra melalui keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia, Sabtu (5/12).

Indra juga mengatakan, tak ada toleransi untuk pelaku penyebar hoaks, karena dampak yang ditimbulkan sangat fatal dan bisa menganggu stabilitas politik nasional.

“Penyebar hoaks itu bentuk praktik politik kotor yang harus diberangus dari muka bumi, karena akan berdampak kepada kestabilan nasional,” tandasnya.

Indra juga menyayangkan penyebaran hoaks menuju masa kontestasi Pemilu. Menurutnya, pesan hoaks harus dilenyapkan, karena akan mengubah gaya politik yang ramah menjadi ajang melempar hoaks. “Menceredai dunia perpolitikan Indonesia yang sopan santun dan berdampak bisa merugikan salah satu paslon,” kata Indra.

Untuk itu, Indra meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas para pelaku penyebar hoaks, karena dampak yang ditimbulkan sangatlah fatal. Menurut Indra, kabar hoaks dan kebencian bisa berujung pada keretakan hubungan antaranak bangsa.

“Aparat Polri harus segara mengusut dan menemukan penyebar hoaks tersebut, agar seluruh masyarakat Indonesia tahu siapa yang selalu mengumbar kebencian dan memecah belah bangsa,” kata Indra.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menulis cuitan di akun twitternya yang meminta KPU untuk segera menindaklanjuti adanya kabar 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos. Namun, saat ini, cuitan tersebut sudah terhapus.

KPU pun langsung terjun ke lokasi untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. Ketika dicek, ternyata tak ada temuan seperti yang disampaikan oleh Andi Arief tersebut.

Seperti diketahui, Jumat (4/1) kemarin, Tim Siber Bareskrim Mabes Polri telah menangkap dua orang pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Saat ini sudah dimanankan 2 orang pelaku berinisial HY dan LS di dua lokasi berbeda,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (sumber : media indonesia / wy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *