Tahun Politik, Kemenag Harus Jadi Lokomotif Kerukunan Umat Beragama

Metroislam.id – Di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Pemilihan Umum 2019 nanti, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) rawan dipergunakan untuk kepentingan politik. Karena itu, Ketua Komisi VIII DPR RI M Ali Taher meminta Kementerian Agama untuk mengambil peran besar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama saat tahun politik.

Ia mengemukakan, perdebatan di media sosial saat ini telah mengarah pada isu SARA yang tidak sehat bagi iklim demokrasi. Karena itu, Kemenag dengan anggaran yang cukup besar diharapkan mampu meredam hiruk pikuk tersebut.

“Kerukunan umat beragama harus jadi fokus kita. Jelang Pilpres dan Pileg, isu SARA menguat. Ada perasaan gamang antara substansi agama akan terganggu dengan realitas sosial. Karena itu, konsolidasi internal umat beragama dan pemerintah harus jadi perhatian di tahun 2019,” ungkap Ali Taher saat rapat kerja dengan Menteri Agama Lukman H Saifuddin, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Rabu (9/1).

Senada, peringatan yang sama dilontarkan anggota Komisi VIII DPR RI Samsu Niang menambahkan, hajatan politik lima tahunan Pemilu 2019 bakal cukup menyita perhatian publik.

Diharapkan di 2019, jajaran Kemenag semakin solid dengan segala tantangan yang ada. Meskipun merujuk pada evaluasi anggaran 2018, Kemenag tergolong sebagai institusi dengan penyerapan yang cukup baik. Sehingga ke depan, perlu ditingkatkan dengan tantangan 2019 yang lebih berbeda dengan 2018.

“Saya apresiasi kinerja Kemenag, yang pertama realisasi anggarannya mencapai 92,3%. Dan realisasi anggaran rangking 4 dari 10 kementerian,” sebutnya. (sumber berita : media indonesia / wy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *