Formin Akter, Pengungsi Rohingya yang Berhasil Kuliah di Bangladesh

Metroislam.id – Kisah seorang wanita bernama Formin Akter ini dinilai sungguh menginspirasi. Pasalnya, meskipun ia merupakan salah satu pengungsi Rohingya, ternyata ia bisa mengenyam pendidikan tinggi di Bangladesh. Bahkan, kisahnya begitu menginspirasi sesama pengungsi Rohingya lainnya.

Berikut penjelasan mengenai kisahnya secara lengkap.

1. Formin berbicara mengenai penulis yang menginspirasinya serta Malala Yousafzai

Dilansir dari Thisisinsider.com, Formin kini sudah berusia 18 tahun. Seperti ratusan ribu pengungsi lainnya, ia bersama keluarganya memilih melarikan diri dari Rohingya setelah banyaknya pembunuhan massal, pemerkosaan, dan pembakaran yang terjadi di tempat asalnya pada tahun 2018 lalu. Namun, Formin berbicara mengenai seorang penulis Amerika yang merupakan tuli dan buta, Keller, yang ia anggap sebagai inspirator.

Tak hanya itu saja, ia juga berbicara mengenai seorang aktivis Pakistan serta salah satu pemenang Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai. Ia ingin berbicara tentang buku-bukunya yang rusak akibat pembakaran rumahnya di tengah kekerasan terhadap kaum Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Ia juga berbicara mengenai impiannya sebagai seorang pengacara dan menginspirasi para remaja wanita Rohingya lainnya yang terpaksa kehilangan pendidikan.

Banyak sekali para remaja wanita seusia Formin berhasil lolos dari pemerkosaan dan kekerasan seksual. Mereka biasanya terlihat sibuk di dapur dengan mengipasi panci yang sedang masak, menggendong bayi, atau merawat keluarga mereka sendiri. Sebagian besar dari komunitas yang telah lama memperoleh penganiayaan yang tinggal di kamp-kamp merupakan buta huruf dan beberapa yang lainnya berhasil belajar di Myanmar.

Formin sendiri memiliki hasrat akan buku dan pendidikan. Ia pernah melihat langsung betapa brutalnya yang terjadi di Myanmar, namun ia tetap bertekad untuk tetap idealis.

2. Formin kerap kali menasihati para korban pemerkosaan dan kekerasan seksual di beberapa kamp pengungsi

Formin sendiri berasal dari salah satu desa terpencil di negara bagian Rakhine. Ia termasuk diantara beberapa kaum Rohingya yang telah berhasil belajar bahasa Inggris secara sendiri. Tak hanya itu saja, ia juga menasihati para korban pemerkosaan dan kekerasan seksual di kamp-kamp pengungsi dan termasuk diantara dari 25 anak wanita yang dipilih untuk belajar di sebuah universitas di Bangladesh.

Paman dari Formin sendiri telah melarikan diri ke Norwegia, sebuah negara yang berada di kawasan Skandinavia. Sebanyak 150 anak perempuan yang mengikuti ujian sekolah menengah pada bulan Maret 2017 lalu, dan hanya 4 orang saja yang lulus termasuk Formin sendiri. Hampir setiap orang yang mengenalnya tumbuh dewasa serta berbicara tentang tekad Formin dan bakatnya dalam bahasa Inggris.

sumber foto https://www.idntimes.com/

3. Suaminya begitu terharu mendengar impian dari Formin sendiri

Suami dari Formin, Nur Jahan, merasa terharu mendengar impian dari Formin sendiri yang berkeinginan untuk berkuliah. Formin sendiri merasa sangat yakin akan mewujudkan impiannya tersebut. Namun, pada akhirnya Formin bisa berkuliah di Bangladesh, tepatnya di kampus Asian University.

Ia mengenakan celana jins, lipstik, syal yang diikat rapi, serta berjalan dengan menyapa beberapa teman baru, yang juga merupakan para pengungsi dari Afghanistan. Formin sendiri belajar karate, gitar, dan berbicara mengenai seorang guru India-Amerika yang sangat dikaguminya. Tak hanya itu, Formin sendiri ternyata sangat mengidolakan Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar yang begitu kontroversial karena selalu diam atas kasus Rohingya.

Namun pada akhirnya, Formin sama seperti rekan-rekan seusianya yang berkeinginan kuat untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin demi masa depan yang cerah. Keinginan untuk berkuliah akhirnya bisa terwujud dan kini ia lebih fokus untuk bisa meraih impian setinggi mungkin. Bahkan, rencana libur semester, Formin mengisi kegiatan untuk melakoni pekerjaan sebagai penerjemah untuk sebuah kelompok nirlaba yang bekerja di kamp-kamp pengungsian.

sumber : https://www.idntimes.com/ wy

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *