Peneliti: PMII dan HMI Kalah Menarik dari Kelompok Tarbiyah

Metroislam.id – Peneliti Center for The Study of Islam and Social Transformation (CISForm) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdur Rozaki mengungkapkan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam menarik mahasiswa tidak sebaik kelompok ideologi Tarbiyah dan Salafi Wahabi, baik dari sisi pendidikan kaderisasi, maupun bangunan pergaulannya.

“Model pengkaderan (PMII dan HMI) kalah menarik dari kelompok Tarbiyah, cara membangun pergaulannya kalah. Dan yang paling penting, model cara membantu mahasiswa baru ketika dia dari kampung lalu sekolah ke kota dengan sistem komputerisasi misalnya; itu banyak sekali pendekatan-pendekatan kelompok kemahasiswaan (Tarbiyah) baru ini membantu sampai ke kos-kosan, sehingga mahasiswa baru ini diterima langsung masuk ke gerakan ini,” kata Rozaki di Hotel Aryaduta Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Ia menguraikan tentang sistematisnya kaderisasi yang dilakukan oleh kelompok semisal Lembaga Dakwah Kampus, dari mulai melakukan pendampingan harian seperti membaca Al-Qur’an, pertemuan mingguan melalui liqa, agenda bulanan terdapat Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) hingga puncaknya menggelar tabligh akbar.
“Bagi anak-anak muda (yang baru belajar agama dan mempunyai semangat agama yang tinggi) ingin mencari sesuatu yang baru, ini jauh lebih menarik daripada di kelas atau organisasi mainstream (HMI dan PMII),” ucapnya.
Menurutnya, lingkungan kampus mempunyai pengaruh yang besar bagi kepribadian mahasiswa. Dampak dari hal tersebut, membuat pandangan kebangsaan mahasiswa mencemaskan karena banyak yang menghendaki agar Indonesia menerapkan sistem islam, di antaranya khilafah; dan menimbulkan tingginya angka intoleransi.
Organisasi ini berjejaring secara aktif dengan jaringan islamisme lainnya dan kerap kali melakukan aksi-aksi politik terkait isu-isu sekitar ‘bela Islam’,” jelasnya.
sumber : https://www.nu.or.id/ wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *