KMNU Harus Tangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi

Metroislam.id – Wakil Ketua Umum PBNU, H Mochammad Maksum Machfoedz mengatakan saat ini perguruan tinggi saat ini tengah gencar menjadi sasaran penyebaran paham radikalisme. Hal itu terbukti dengan berbagai peristiwa yang menandakan banyaknya pihak mengagendakan tumbuhnya radikalisme di kampus.
Hal itu disampaikan Prof Maksum, panggilan bekennya, saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Kelima Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (18/1).
Melihat fenomena maraknya penyebaran paham radikalisme di perguruan tinggi, kata Prof Maksum, KMNU di setiap perguruan tinggi harus hadir melawan radikalisme di kampus dengan berbagai gerakan dan kegiatan.
“Kami generasi tua NU malah kecolongan untuk meredam radikalisme di kampus,” akunya.
Dirinya berharap Munas Kelima KMNU dapat berjalan dengan lancar dan KMNU dapat terus berkontribusi dalam dakwah kampus.
Pada kesempatan tersebut, Prof Maksum membuka rangkaian kegiatan dengan pemotongan tumpeng. Selain itu, ia juga melakukan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba menulis YKSC.
Penyelenggaraan Munas Kelima KMNU diawali dengan seminar nasional bertemakan Bersinergi Menyongsong Masa Depan NU dan Bangsa dengan Menguatkan Karakter Santri dalam Jiwa Generasi Muda. Seminar dihadiri oleh tokoh-tokoh NU Surabaya, BSO NU, dan alumni-sesepuh KMNU.
Berbagai penampilan menarik dihadirkan panitia untuk meramaikan pembukaan dan menghibur seluruh peserta seminar yang termasuk di dalamnya anggota KMNU Nasional dari 24 perguruan tinggi se-Indonesia.
Alis Mukhlis, Presnas 2 KMNU selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan hadirnya KMNU di perguruan tinggi bukan untuk  mengganggu atau menggulingkan keberadaan organisasi berbasis NU. “Tapi justru untuk bersinergi dalam dakwah,” tegasnya.
Senada, KH Abdurrahman Navis selaku perwakilan dari pihak PWNU Jatim dalam sambutannya menyampaikan bahwa KMNU adalah bentuk baru kajian dakwah yang perlu terus ada.
Munas Kelima KMNU berlangsung hingga 20 Januari 2019.
Sumber : NU Online / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *