RI Ajak ASEAN dan UE Tingkatkan Upaya Dukung Kemerdekaan Palestina

Metroislam.id – Indonesia mengajak ASEAN dan Uni Eropa (UE) untuk meningkatkan kontribusi dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan UE ke-22 di Brussels.

Dalam pertemuan tersebut, Fachir menegaskan solusi dua negara dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina adalah dua isu paling krusial, dimana ASEAN dan UE harus terus bekerja sama.

“Perbedaan politik masyarakat internasional tidak boleh menyurutkan komitmen terhadap isu kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina,” ucap Fachir, seperti tertuang dalam siaran pers Kementeian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Selasa (22/1).

Dia kemudian menuturkan, kemitraan ASEAN-UE sangat penting dalam menyikapi situasi global dewasa ini. Maraknya kebijakan “inward-looking” yang didasari kepentingan domestik jangka pendek mengharuskan ASEAN-UE memperkokoh kerja sama demi kepentingan rakyat kedua negara dan dunia.

“Di tengah ketidakpastian dunia saat ini, ASEAN dan UE sebagai dua kekuatan regional harus berkolaborasi untuk mengisi kevakuman kepemimpinan kolektif global”, tegas Fachir.

Lebih lanjut Fachir menekankan pentingnya Kemitraan ASEAN-UE yang harus didasarkan pada sikap saling percaya dan saling menghormati nilai dan kepentingan masing-masing.

Sikap saling percaya dan menghargai tersebut, papar Fachir, dapat diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan yang memajukan kepentingan bersama ASEAN dan UE termasuk menghentikan kebijakan diskriminatif terhadap sawit yang menjadi kepentingan masyarakat ASEAN khususnya Indonesia.

Pertemuan Tingkat Menteri tersebut dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri atau yang mewakili dari 10 negara anggota ASEAN, 28 negara angggota EU serta Sekjen ASEAN. Pertemuan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri Singapura. Vivian Balakrishnan serta Komisioner UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamana, Federica Mogherini.

Pertemuan itu membahas berbagai isu kawasan dan global serta melakuan evaluasi terhadap kemitraan ASEAN dan UE yang tahun ini berusia 42 tahun.

Sumber : sindonews / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *