Lembaga Keagamaan Islam Kecam Serangan Polisi Israel di Masjid Al-Aqsha

Metroislam.id – Berbagai lembaga keagamaan Islam di kota Yerussalem Timur mengutuk penggerebekan yang dilakukan oleh para polisi Israel pada Kamis kemarin (24/1) di Masjid Al-Aqsa.

Kecaman ini disebabkan oleh aksi kepala polisi Israel di Yerussalem, Yoram Halifi, yang menggerebek masjid al-Aqsa bersama dengan para veteran yang dulu pernah menduduki wilayah Yerussalem pada tahun 1967.

Kecaman ini dilakukan oleh beberapa lembaga keagamaan, di antaranya adalah Kementerian Wakaf, Urusan Keislaman dan Tempat Suci, Komite Tinggi Islam, Departemen Fatwa Palestina, Departemen Wakaf dan Urusan Islam.

Mereka mengatakan bahwa upaya militerisasi Masjid Al-Qasha itu dilakukan dalam konteks propaganda pemilu. Mereka menghimbau agar umat Muslim berhati-hati menghadapi tindakan terselubung semacam itu.

Kepala polisi Yerussalem, Halifi, bersama dengan komplotannya melakukan penggerebekan di semua tempat shalat dan alun-alun masjid.

Berdasarkan atas laporan yang ada, serangan Israel dimulai pada tahun 2003 di tengah protes yang dilakukan oleh Lembaga Wakaf dan Departemen Urusan Islam, yang menjalankan urusan masjid dan berafiliasi dengan Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Yordania. Departemen Wakaf dan Urusan Islam mengatakan bahwa sekitar 30.000 ekstrimis menyerbu Masjid Al-Aqsa pada tahun 2018.

Sumber : liputan islam / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *