Menteri Agama Kupas Generasi Milenial dan Akhlak Al-Qur’an

Metroislam.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap dapat mewariskan kehidupan yang lebih baik untuk generasi muslim mendatang. Hal ini, menurutnya hanya dapat diwujudkan jika generasi muda mendapatkan pengajaran tentang Al-Quran dan Hadis.

Harapan ini disampaikan Menag saat menutup Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadis (MHQH) Sultan Bin Abdul Aziz Ali Su’ud Rahimahullah Tingkat Nasional ke-11, di Aula HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Generasi milenial, anak cucu kita yang hidup di era digital tidak boleh kehilangan jati diri dan akhlak Al-Quran,” tegas Menag, Kamis (31/01).

Menurut Menag, Al-Quran dan hadis mengandung nilai dan norma yang berperan untuk mewujudkan tatanan kehidupan bangsa yang harmonis dan sejahtera. “Ajaran Al-Quran dan Al-Hadits bertujuan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang bersih dari kemusyrikan dan kebodohan. Bebas dari segala bentuk perbudakan yang bertentangan dengan martabat manusia sebagai hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang sederajat satu sama lain,”imbuh Menag.

Nilai-nilai ini yang menurut Menag perlu dipahami oleh generasi muda muslim. Pemahaman yang baik atas Al-Quran dan hadis, diharapkan Menag akan memberikan keberkahan tersendiri. “Dengan berkah Al-Quran dan hadis, kita berharap semoga Allah mengantar kita menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang maju dan berkadaban,” kata Menag.

Menag pun mengajak segenap muslim tanah air untuk menjadikan Al-Quran dan hadis sebagai pedoman hidup dalam bersikap, bertindak, dan berperilaku. “Marilah kita terus tunjukkan akhlak Al-Quran dan Akhlak Rasulullah SAW yang damai, ramah dan toleran kepada semua perbedaan di antara kita,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Menag atas nama pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Selama ini, kedua belah pihak telah memiliki kerjasama dan kemitraan yang sangat dalam berbagai bidang, termasuk penyelenggaraan MHQH Tingkat Nasional yang telah memasuki tahun ke-11.

“Musabaqah ini menjadi salah satu simbol persaudaraan abadi antara Indonesia dan kerajaan Arab Saudi. Kedua negara dipertautkan tidak hanya oleh hubungan diplomatik tetapi juga hubungan kesejarahan dan spiritual keagamaan yang panjang,” kata Menag.

Sementara itu perwakilan Pemerintah Arab Saudi, yang diwakilkan Kuasa Usaha ad. Interm Kedutaan Saudi Arabia, Yahya Al-Qatani menyampaikan rasa syukur sejak awal penyelenggaraan MHQH hingga penyelenggaraan ke-11 peserta selalu meningkat. MHQH yang digelar sejak 28 Januari 2019 ini diikuti 290 peserta terbagi menjadi 160 peserta putra dan 100 peserta putri yang mengikuti hafalan 30 juz, 20 juz, 15 juz dan 10 juz. Sedangkan untuk hafalan hadis diikuti sebanyak 30 peserta.

Harapannya dengan diselenggarakannya Musabaqoh ini dapat dilahirkan generasi Qurani yang dibangun di atas nilai nilai Al Quran dan nilai nilai Sunah An Nabawiyah. “Mari kita berdoa kepada Allah semata, semoga pencetus diselenggarakannya musabaqoh ini yaitu Pangeran Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud yang kemudian diikuti oleh anak anaknya yang menlanjutkan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga Allah melimpahkan pahala bagi mereka semua. Akhirnya kita berdoa semoga Allah memelihara kedua pemerintahan negara Republik Indonesia dan kerajaan Arab Saudi dalam kerjasama yang senantiasa membuahkan hasil yang bermanfaat terima kasih,” kata Yahya Al-Qhatani.

Sumber : Kemenag / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *