Faisal Daeng, Penjaga Sekolah di Takalar yang Dianiaya, Pilih Berdamai

Metroislam.id – Faisal Daeng Pole (38), penjaga sekolah di SMP Negeri 2 Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, memilih menempuh jalur damai dengan orang tua murid dan murid sekolah tersebut yang menganiayanya.

Kepala Polres Takalar, AKBP Gany Alamsyah, mengatakan kasus ini selesai saat Faisal meminta untuk berdamai karena ia mengaku juga melakukan kesalahan saat menegur anak-anak tersebut dengan tamparan.

“Dia dikatai ‘pegawai anjing, pegawai najis’. Dari situ ia tersinggung dan menampar murid tersebut. Nah orang tua murid datang dan membalas, tapi semua sudah berdamai,” kata Gany, Selasa (12/2).

Gany menjelaskan kesepakatan berdamai dipilih karena kedua belah pihak ingin kasus ini selesai secara kekeluargaan tanpa berlanjut ke jalur hukum. Keputusan untuk berdamai itu dihadiri Kepala Desa Kalukuang, H. Haeruddin Daeng Buang; Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Galesong, H Hamzah Gg Lallo; dan Kepala Dusun Kalukuang, Kurniati.

Diberitakan sebelumnya, Faisal Daeng Pole mendapatkan pukulan di kepala oleh 4 murid kelas 1 SMP Negeri 2 dan orang tua salah seorang murid Daeng Sarrang. Faisal mengalami luka sobek di kepala dengan delapan jahitan.

Peristiwa itu berawal dari tindakan keempat murid menghina Faisal Daeng Pole yang saat itu sedang membersihkan sampah di luar kelas. Tidak terima dengan hinaan itu, Faisal menegur mereka dengan cara menampar. Kemudian salah seorang murid itu melapor peristiwa itu kepada orang tuanya.

Daeng Sarrang, orang tua salah satu murid ditu, mendatangi Faisal Daeng Pole. Kemudian dia langsung menghantamkan sapu bergagang besi kepada penjaga sekolah itu. Lalu disusul dengan serangan keempat murid tersebut kepada Faisal Daeng Pole.

sumber : Kumparan / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *