Kebencian Sekterian di Arab Saudi Picu Terbunuhnya Bocah 6 Tahun

Metroislam.id – Menurut Kantor Berita ABNA, Zakariya Bader Ali al-Jaber, seorang bocah berusia 6 tahun bersama dengan ibunya hendak menziarahi makam Nabi Muhammad saw di kota Madinah Arab Saudi, namun belum tiba ditujuan terjadi peristiwa mengenaskan, supir taksi (40 tahun) yang keduanya tumpangi memberhentikan kendaraan, merebut paksa dan melarikan sang bocah, memecahkan kaca lalu menusukkan pecahan kaca tersebut ke leher sang bocah yang kemudian meninggal dunia di hadapan ibunya akibat tikaman tersebut, Kamis (31/1). Disebutkan oleh saksi mata, petugas keamanan sempat berusaha mencegah tindakan kriminal tersebut namun insiden terjadi begitu cepat, bocah bersimbah darah dan pelaku berhasil ditangkap. 

Insiden tersebut dengan cepat viral di dunia maya. Meski pihak Kepolisian setempat mengkonfirmasi bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa, namun netizen berspekulasi insiden tersebut dipicu oleh isu sektarian yang semakin marak di Arab Saudi. 

Media setempat Al-Araby menuliskan kronologi kejadian dengan menyebut, seorang warga perempuan beserta putranya yang berasal dari al-Ahsa hendak menuju Masjid Nabawi di Madinah sekaligus menziarahi makam Nabi Muhammad saw. Namun di dekat warung kopi di wilayah al-Tilal, supir taksi yang mereka tumpangi menghentikan kendaraan, merebut sang bocah dan menggoroknya secara kejam dengan pecahan kaca di depan mata kepala ibunya. Pihak Kepolisian menyebut pelaku insiden mengerikan tersebut mengalami gangguan jiwa tanpa menelusuri lebih jauh. Penduduk setempat percaya, kejadian tersebut dipicu oleh isu sektarian, sebab ibu yang berasal dari al-Ahsa, pemukiman mayoritas warga Syiah di Arab Saudi diketahui oleh sang sopir menganut mazhab Syiah yang dengan itu menimbulkan kebencian dan menjadi motif pembunuhan tersebut. 

Ibu Zakariya ketika dimintai keterangan mengatakan, supir sempat bertanya kepadanya ketika ia usai mengirimkan salamat untuk Nabi Muhammad saw. “Apakah kamu Syiah?” Sang ibu menjawab singkat “Ya”. Sontak, sopir tersebut menepi, keluar, memecahkan botol kaca, menarik paksa anak itu keluar dan menggoroknya di dekat warung kopi di wilayah al-Tilal.

Saksi mata mengatakan seorang polisi yang kebetulan bertugas di dekatnya juga berusaha menghentikan si sopir itu dari menyerang sang anak. Namun dia tidak berhasil menyelamatkan anak itu. Polisi menahan sopir sampai bala bantuan dari kepolisian tiba.

Komunitas Syiah Arab Saudi kemudian mengadakan upacara berkabung untuk menunjukkan solidaritas mereka kepada keluarga yang tertimpa musibah ini. Menurut mereka, terjadinya peristiwa ini merupakan kelanjutan dari rentetan episode kekerasan dan kekejaman yang selalu mereka terima akibat perbedaan pandangan dan aliran serta kurangnya perlindungan dari otoritas Saudi terhadap rakyatnya yang bermazhab Syiah.

Pemerintah Saudi mengklaim pembunuhan ini disebabkan oleh gangguan mental sopir taksi tersebut. Namun penduduk lokal meyakini bahwa kejadian tersebut buah dari isu sektarianisme dan kekejaman terhadap warga minoritas Syiah di Saudi. Sebagaimana kejadian-kejadian yang sudah pernah terjadi sebelumnya terhadap komunitas ini.

Sampai saat ini tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa peristiwa ini berkaitan dengan isu sektarian. Tidak dari pihak kepolisian dan tidak juga dari pihak pemerintah. Untuk itu diperlukan adanya penyelidikan yang transparan dan sungguh-sungguh terhadap tindak kriminal yang keji ini.

Komunitas Syiah Saudi tak jarang juga mendapat tindakan keras oleh angkatan militer pemerintah mereka. Tidak sedikit aktivis mereka yang berada di penjara dan dihukum mati. Terutama pada demonstrasi Februari 2011 lalu kala mereka berunjuk rasa menuntut kebebasan berpendapat, pembebasan tawanan politik mereka dan menuntut pemerintah menghentikan diskriminasi terhadap kelompok mereka.

 Hingga puncaknya pada tahun 2016 lalu, dimana pemerintah Saudi memutuskan untuk mengeksekusi kritikus istana dan ulama Syiah, Sheikh Nimr Baqir al-Nimr setelah mereka tahan di Qatif pada tahun 2012. (abna)

Sumber : —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: