Perayaan Imlek dan Haul Gus Dur Berpadu di Solo

Metroislam.id – Nilai Pluralisme sudah melekat dengan sosok Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal itulah yang juga diangkat dalam peringatan Haul Gus Dur ke-9 di Solo.

Sebelum puncak acara haul, ribuan orang dari lintas agama, etnis dan budaya mengikuti kirab, Sabtu (23/2/2019). Mereka menggaungkan semangat persatuan di dalam kebhinnekaan Indonesia.

Terlihat berbagai atraksi budaya tampil dalam kirab tersebut, antara lain aksi liong dan barongsai, tarian Jawa, wayang orang hingga seni musik hadrah. Beberapa peserta membawa spanduk ajakan bertoleransi.

Adapun kirab dimulai setelah Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan putri Gus Dur, Yenny Wahid mengibarkan bendera start. Peserta kemudian berjalan dari Stadion Manahan menuju Stadion Sriwedari.

Kirab bertajuk Berjuta Warna Satu Jiwa Indonesia ini kemudian akan dilanjutkan acara haul di dalam Stadion Sriwedari. Diperkirakan ada 101 ribu orang yang hadir mengikuti acara tersebut.

“Acara ini juga sekaligus memperingati HUT ke-274 Kota Solo dan perayaan Imlek yang kebetulan jatuh di bulan Februari. Diharapkan acara ini semakin meningkatkan toleransi kita sesama manusia,” kata ketua panitia haul, Husein Syifa usai kirab.

Sementara itu, Ketua Panitia Bersama Imlek Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan Imlek tahun ini merupakan satu rangkaian acara haul Gus Dur. Hari ini, haul juga menandai berakhirnya rangkaian acara imlek di Solo.

“Dulu memang saya dan panitia haul sudah berkomunikasi. Acara imlek kali ini sengaja dimundurkan waktunya agar bareng dengan haul Gus Dur,” kata Martono.

Kolaborasi kedua pihak tersebut tidak lain karena sosok Gus Dur juga dirasa penting bagi warga keturunan Tionghoa. Budaya Tionghoa dapat kembali muncul berkat kebijakan Gus Dur.

“Kalau boleh mewakili masyarakat Tionghoa di Indonesia, saya sangat bersyukur punya sosok membanggakan seperti Gus Dur. Berkat beliau, kami bisa merayakan imlek kembali,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Haul Gus Dur ke-9 bakal dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Mahfud Md dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Selain pembacaan doa, tokoh-tokoh tersebut juga akan memberikan testimoninya selama mengenal Gus Dur.

sumber : news.detik.com / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: