Aksi Bela Akidah Kota Ternate: Mengecam Aktivitas Yayasan Barokah Surya Nusantara

Metroislam.id – Ratusan orang menggelar ‘Aksi Bela Akidah’ di depan Masjid Raya Al-Munawar, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (1/3). Aksi itu dilakukan untuk merespon kegiatan Karnaval Merah Putih yang digelar Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) di Kabupaten Morotai.

Massa aksi menduga ada unsur kesengajaan untuk mengarahkan para pelajar mengikuti ritual ‘pemurtadan’ dalam kegiatan tersebut. Mereka meminta polisi segera mengusut masalah tersebut.

Sebelum aksi berlangsung, ratusan peserta melakukan salat Jumat berjemaah di Masjid Raya Almunawar. Kemudian massa mulai berkumpul di jalanan. Kerumunan massa tampak berjejal dari depan Taman Nukila hingga di depan masjid terbesar di Kota Ternate itu.

Aksi itu dihadiri sejumlah tokoh di Maluku Utara, salah satunya Sultan Tidore Husain Sjah. Dia sempat berorasi selama beberapa menit di atas truk yang dilengkapi pengeras suara.

“Kalian harus menjaga ibadah, kalian harus menjaga akidah, kalian harus menjaga anak-anak kalian,” ujar Husain Sjah.

Koordinator Aksi Bela Akidah, Hasby Yusuf, membacakan pernyataan sikap terkait yang dilakukan YBSN. Dia menyebut kegiatan itu sebagai penipuan dan merusak kerukunan antarumat beragama.

“Organisasi tersebut (YBSN) melakukan kegiatan kemanusiaan seolah-olah mempromosikan kebinekaan Indonesia dengan tema besar ‘Indonesia Satu Karena Merah Putih’,” kata Hasby Yusuf.

“Justru pada kenyataannya apa yang dilakukan yayasan ini telah merusak sendi-sendi kemajemukan,” sambung Hasby, yang juga menjabat Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia-Maluku Utara.

Hasby, mewakili massa aksi, meminta polisi segera mengusut dan menangkap semua pihak yang terlibat dalam kegiatan itu. “Pihak Pemerintah Daerah Morotai dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus diminta pertanggungjawaban,” ujarnya saat orasi.

Sementara itu, Kepala Polda Maluku Utara, Brigjen Pol Suroto, yang juga berada di tengah massa aksi, juga sempat menyampaikan pendapatnya.

“Terima kasih saudara-saudara muslim atas amanah yang diberikan kepada kami. Amanah ini akan kami laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, dengan disaksikan yang hadir semua di sini,” kata Suroto.

Suroto mengatakan ada 20 orang yang diperiksa dan akan masih dilanjutkan dengan mengambil keterangan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan itu. Dia mengaku sudah mengirim sejumlah anggota polisi dari Polda Maluku Utara ke Jakarta untuk mengecek serta melakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang tergabung dalam organisasi itu.

Secara tegas, melalui laporan yang diterimanya, Suroto mengatakan organisasi tersebut fiktif karena tidak mempunyai alamat yang jelas. Dia menyebut Polda Maluku terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengusut kasus ini.

“Saya barusan dapat laporan, ternyata yang kita dapatkan di alamat tersebut tidak ada namanya YBSN. Artinya, ini ngarang-ngarang. Ini berarti yayasan ini, sesuai alamat yang ada di surat di Jakarta, itu tidak ada. Berarti fiktif,” ujar Suroto.

Insyaallah kami akan dengan sekuat tenaga menuntaskan kasus ini,” tutupnya.

Aksi Bela Akidah berjalan kondusif hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIT.

Sebelumnya, masalah ini bermula saat YBSN menggelar kegiatan sosialiasi narkoba dan seks bebas di Pantai Army Dock, Morotai, Kamis (21/2). Dalam kegiatan tersebut, YBSN diduga memanfaatkan acara puncak dengan ‘membaptis’ 500 pelajar dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

Rajif Duchlun

sumber : Kumparan / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: