Jangan Ada lagi Aparatur KUA yang Nakal !

Metroislam.id – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Muhammadiyah Amin mengungkapkan pihaknya terus berusaha meningkatkan kualitas layanan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui berbagai kebijakan. Antara lain dengan mengeluarkan regulasi biaya nikah dengan menambah transport dan jasa profesi penghulu serta penambahan anggaran BOP.

Hal ini disampaikan Dirjen saat menjadi narasumber pada Workshop Pembangunan Budaya Pelayanan Prima di Kanwil Kementerian Agama Kepulauan Riau, Batam.

“Karenanya, jangan ada lagi aparatur KUA yang nakal. Itu namanya orang tidak bersyukur,” tegas Amin, Kamis (28/02).

Selain kebijakan yang terkait dengan penambahan alokasi anggaran terkait penambahan jasa profesi, Ditjen Bimas Islam juga memiliki kebijakan lain yang bertujuan meningkatkan pelayanan prima pada KUA. Misalnya, Pembangunan dan renovasi gedung maupun penataan jabatan Kepala KUA.

Menurut Amin, ada dua pelayanan utama di lingkungan Kementerian Agama yang menjadi barometer publik. Yaitu, penyelenggaraan haji dan pelayanan di KUA. “Pelayanan haji terus bagus dengan nilai kepuasan jemaah di atas 85 yang dilaksanakan oleh BPS. Sedangkan layanan KUA berdasarkan hasil penelitian Balitbang masyarakat merasa puas dalam pencatatan nikah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Amin minta jajarannya untuk terus wujudkan pelayanan prima di KUA. Menurutnya, budaya pelayanan prima harus dimulai dari diri sendiri. “Semua usaha perbaikan berpangkal pada SDM, apakah mau berubah atau tidak,” ucapnya.

“Pembangunan budaya pelayanan prima harus dimulai dari diri sendiri, bukan tergantung orang lain. Jika cara kita berpikir dan cara kita bekerja sudah benar, maka pembangunan budaya pelayanan prima otomatis akan berhasil,” imbuhnya.

Kegiatan yang dihelat selama tiga hari ini diikuti oleh 60 orang, terdiri dari Kepala KUA, Kasi Bimas Islam, penyuluh, dan pegawai di lingkungan Bimas Islam di lingkungan Kemenag Batam dan Kepri. Nara sumber yang hadir adalah Dirjen Bimas, Sekretaris, Konsultan SDM Values Activation, Kemenpan RB, dan trainer dari Buka Lapak. (thobib al-asyhar)

sumber : kemenag / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: