Hoaks Ancaman Serius di Indonesia

Metroislam.id – Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, hoaks masih jadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia, terutama kaum santri. Untuk itu, kiai dan santri harus waspada membendung itu agar tidak meluas sehingga memporak-porandakan NKRI.

Demikian itu disampaikan oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh dalam acara Silaturrahim Alim Ulama Kabupaten Kudus di Gedung Yayasan Arwaniyah, Rabu (6/3) malam.

Kiai Ubaid menjelaskan hoaks telah menghancurkan negara-negara Islam timur tengah dengan cara memprovokasi rakyat agar tidak percaya kepada pemerintah dan presidennya. “Inilah yang harus kita waspadai bersama, agar masyarakat jangan sampai mudah percaya terhadap hoaks yang seperti itu,” tuturnya dihadapan ribuan jamaah yang hadir.

Selanjutnya, Kiai Ubaid menjelaskan bagaimana peran sentral NU dan kiai untuk menjaga NKRI dari ancaman hoaks tersebut. Hal ini sebab tujuan utama NU didirikan adalah untuk Littauhidi sufufil ulama melalui berdirinya sebuah negara kebangsaan.

“Indonesia tidak bisa diruntuhkan selama masih ada kiai dan Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Ubaid menegaskan tujuan kita tidak lain adalah menjaga NKRI, sebab ini warisan. Indonesia adalah pondok pesantren kita bersama yang harus dijaga agar tidak porak poranda. “Mari kita jaga NKRI melalui mekanisme demokrasi yang telah kita sepakati bersama. Inilah politik kebangsaan, karena bangsa memanggil kita,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kiai Ubaid juga menegaskan jam’iyyah NU, harus berbenah diri melebihi sebagaimana yang ada. Lompatan-lompatan harus ada untuk menggerakkan leading sector agar semakin kuat. “Saham NU di negara ini sangat besar, tapi tidak pernah kebagian deviden. Kalau ini bisa jalan para kiai dan NU ini akan bisa menjawab hajat hidup besar masyarakat,” katanya.

Selain Kiai Ubaid, hadir pula Rais PCNU Kudus KHM Ulil Albab Arwani, Pengurus LBM PBNU /Ketua YM3SK KH EM Najib Hasan, ketua PCNU Kudus H Asyrofi Masyitho, KH Ma’shum AK, Bupati Kudus H Tamzil, Kapolres Kudus AKBP Saptono, H Ahwan Sukandar dan ribuan alim ulama dari desa se-Kudus (Adib/Muiz)

Sumber : NU Online / wy

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: