Sebaiknya Kita Tidak Mengkafirkan Sesama

Metroislam.id – “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka dia kafir” (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah).

Sebaiknya kita tidak mengafirkan sesama. Apalagi yang dikafirkan belum tentu demikian. Dalam hadits dikatakan, “Jika seseorang mengafirkan saudaranya yang muslim, sungguh telah kembali kepada salah seorang di antara mereka berdua” (HR. Muslim). Karena itu, lebih baik mencoba memahami diri sendiri sejauhmana telah menjaga Islam atau tergelincir dalam perbuatan kafir.

Lazimnya, kafir dimaknakan sebagai keingkaran terhadap kebenaran dari agama yang telah disahkan Allah, yaitu Islam. Shalat adalah rukun Islam. Shalat adalah pilar utama dalam Islam, yang bila tidak dilaksanakan sama dengan meruntuhkan Islam. Sehingga disebutkan bahwa perbedaan antara orang yang kafir dengan yang tidak adalah pada shalatnya. Dalam hadist dikatakan, “Pembatas antara seorang Muslim dan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim).

Namun kenyataannya, sangat banyak orang yang bukan hanya tidak menjaga Islam, tetapi meruntuhkannya. Misalnya, dengan cara meninggalkan shalat. Walaupun rumahnya sangat dekat dengan masjid atau duduk di suatu tempat yang dekat dengan masjid pun tak menggugah hati untuk melaksanakan kewajiban shalat. Bahkan rasa malu pun tidak muncul saat tidak shalat. Inilah pertanda hati sudah ingkar, yang mungkin sudah ditutup pintu hatinya oleh Allah.Oleh: Jarjani Usman

sumber : aceh.tribunnews.com / wy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *