Tel Aviv Diroket Dari Gaza, Serangan Udara Israel Dikerahkan

Metroislam.id – Serangan udara dikerahkan ke target Hamas di Jalur Gaza, setelah roket dari Gaza menghantam ibu kota Israel pada Senin kemarin.

Dikutip dari Haaretz, 26 Maret 2019, tujuh orang dilaporkan terluka setelah sebuah roket dari Gaza menghantam utara Tel Aviv pada Senin dini hari.

PM Israel Benjamin Netanyahu saat itu sedang berkunjung ke Amerika Serikat dan terpaksa pulang lebih awal.

Serangan ke Tel Aviv disusul hujan roket lain ke area perbatasan dan berakhir pada pukul 3.00 am. Angkatan udara Israel membalas sepanjang malam dan berakhir pukul 4.30 am.

Sekolah lokal di Gaza yang berbatasan dengan permukiman Netivot, Ofakim, Dewan Regional Merchavim dan Dewan Regional Bnei Shimon ditutup. Pemerintah setempat juga menutup sekolah di Ashkelon.

Pada Selasa pukul 3 pagi, tentara Israel menyerang 15 sasaran di Jalur Gaza utara termasuk kompleks Hamas milik Beit Hanoun dan kompleks milik Jihad Islam di kota Beit Lahia. Sebuah pernyataan resmi oleh Pasukan Pertahanan Israel mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas roket sebelumnya yang diluncurkan ke wilayah Israel.

Militer Israel mengatakan Menurut laporan The Jerusalem Post, pesawat tempur dan helikopter tempur Hamas di Shati, Beit Hanoun, Saja’iya dan lokasi lainnya di seluruh Jalur Gaza, termasuk kompleks militer, jalur navigasi yang digunakan untuk mengangkut senjata dan roket.

Serangan ke Tel Aviv terjadi tak lama setelah Donald Trump mengakui Dataran Tinggi Golan milik Israel.

Hamas mengatakan pihaknya telah mencapai gencatan senjata yang ditengahi Mesir dengan Israel setelah baku tembak hebat pada hari Senin, hanya dua minggu sebelum pemilihan Israel.

“Upaya-upaya Mesir berhasil dengan gencatan senjata antara pendudukan dan faksi-faksi perlawanan,” kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum, dikutip dari TRT.

Namun, sirene roket dilaporkan berbunyi satu jam setelah Palestina mengatakan gencatan senjata tercapai.

Setidaknya tujuh warga Palestina terluka di Jalur Gaza akibat serangan udara Israel, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Ashraf al Qidra.

sumber : Tempo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *