Ucapan Selamat Natal Dari Imam Besar Al-Azhar Untuk Paus Fransiskus Dan Ummat Nasrani Dunia

Metroislam.id – Imam Besar Al Azhar Kairo Mesir Syekh Ahmad Muhammad al-Thayeb mengucapkan selamat Natal kepada pemimpin tertinggi umat Katolik Paus Fransiskus. Salah satu tokoh muslim berpengaruh itu juga mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani di seluruh dunia.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Al Ahram, Syekh Thayeb menekankan tentang ikatan kuat antara dunia umat Islam dan Kristen. Merujuk siaran pers Al Azhar, Syekh Thayeb bersama Paus Fransiskus telah mempupuk dialog di antara para pengikut agama dan budaya yang berbeda.

Ulama yang menjadi imam besar Al Azhar sejak 2010 itu tak sekadar menyampaikan ucapan selamat Natal. Sebab, Syekh Thayeb juga mengharapkan kebahagiaan, kedamaian dan kemakmuran di seluruh dunia.

Pada Februari 2019, Syekh Thayeb dan Paus Fransskus bertemu di Abu Dhabi. Kedua tokoh agama itu pada pertemuan tersebut menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia.

Jauh sebelumnya, Syekh Thayeb telah mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristen Koptik di Mesir. Ulama kelahiran 6 Januari 1946 itu menentang pernyataan tokoh aliran Salafi yang menganggap muslim mengucapkan selamat Natal berarti murtad dan pengkhianat

Paus Fransiskus merayakan Misa Malam Natal yang khusyuk di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Seperti kebiasaan pada Malam Natal, Paus yang berusia 83 tahun itu menyampaikan khotbahnya tentang makna spiritual dan pribadi malam ketika Yesus dilahirkan di Betlehem.

“Natal mengingatkan kita bahwa Tuhan terus mencintai kita semua, bahkan yang terburuk dari kita,” kata Paus Fransiskus, yang telah memimpin tujuh Misa Natal selama masa kepausannya, seperti dilansir AP, Rabu (25/12/2019).

“Anda mungkin memiliki gagasan yang salah, Anda mungkin telah mengacaukan segalanya, tetapi Tuhan terus mengasihi Anda. Seberapa sering kita berpikir bahwa Tuhan itu baik jika kita baik dan menghukum kita jika kita jahat. Namun itu bukan sebagaimana Dia.”

“Semoga kita tidak menunggu tetangga kita menjadi baik sebelum kita berbuat baik kepada mereka, agar gereja menjadi sempurna sebelum kita mencintainya, bagi orang lain untuk menghormati kita sebelum kita melayani mereka. Mari kita mulai dengan diri kita sendiri,” imbuh Paus Fransiskus.

Sumber: jpnn.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: