Cyberspace; Antara Peluang dan Ancaman (Bag. 2)

Metroislam.id – Keluarga sebagai institusi sosial yang paling fundamental, memiliki fungsi dan peran istimewa yang secara langsung maupun tidak langsung mengarah pada dinamisme masyarakat. Karena itu, sagat perlu untuk melindungi fungsi ini dan peran keluarga karena ancaman dan risikonya bagi masyarakat.

Meski berbagai fungsi positif keluarga, di antara faktor-faktor yang sangat mempengaruhi keluarga saat ini, yang mengancam pondasinya adalah internet dan ruang maya yang luas. Teknologi baru ini telah terkait erat dengan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga dan telah mengubah pengaruhnya dalam interaksi antaranggota keluarga, peran dan tugas mereka, gaya hidup, serta hubungan internal dan eksternal keluarga.

Oleh karena itu, berbagai analisis memperhatikan dampak negatif dan konsekuensi dari jaringan komunikasi masif ini terhadap bangunan keluarga. Meneliti ancaman dan dampak negatif dari teknologi internet dalam masyarakat dan keluarga merupakan salah satu isu penting dan urgen yang harus dihadapi dalam manajemen budaya masyarakat dewasa ini serta harus dikontrol dengan perencanaan hati-hati.

Di antara dampak dan ancaman internet yang paling penting bagi keluarga, adalah goyahnya hubungan dan interaksi keluarga, interferensi batas dan ruang dalam keluarga dengan masyarakat, perubahan gaya hidup dan nilai dan budaya Islam, mengubah identitas budaya dan sosial individu, memperluas penyimpangan dan kebebasan tanpa batas etis serta munculnya hubungan yang tidak lazim, penggunaan secara ekstrim, ketergantungan dan kecanduan pada internet.

Keluarga adalah sebuah pusat dari sebuah jaringan yang saling terkait antaranggotanya. Masing-masing memiliki peran tertentu, dan dalam jaringan yang saling terkait, peran tersebut memiliki keterikatan tersendiri. Sedemikian rupa sehingga jika hubungan dan keterikatan tersebut goyah maka struktur keluarga aka ambruk. Oleh sebab itu, menjaga hubungan dan memperkuat pusat keluarga adalah isu paling mendasar untuk institusi sosial ini.

Dalam hubungan inilah peran sosial dan keluarga diajarkan kepada anak-anak, dan proses sosialisasi akan terintegrasi dalam keluarga melalui pengajaran peran dasar tersebut. Tapi sekarang, penggunaan berlebihan internet oleh anggota keluarga telah merusak hubungan dan interaksi individu dalam keluarga. Sejumlah sosiolog khawatir bahwa perluasan teknologi internet akan menyebabkan peningkatan angka isolasi dan individualisme sosial. Menurut mereka, salah satu dampak dari peningkatan akses internet dalam keluarga adalah setiap menghabiskan anggotanya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk keluarga dan teman mereka.

Yang membuat individu kesepian adalah terbentuknya semacam hubungan yang berbeda dari ruang nyata di antara penggunanya yang akan mempengaruhi mereka menjalin interaksi online. Akibatnya, hubungan individu dengan masyarakat berkurang drastis di ruang nyata, karena ia terjebak dalam dunia maya dengan budaya internet yang tidak diketahui orang lain di ruang nyata. Sebab itu, masing-masing individu enggan berinteraksi secara efektif dengan anggota keluarga mereka.

Ini juga menyebabkan melemahnya hubungan keluarga dalam jaringan kekerabatan, di mana di masa lalu, anggota keluarga selalu berkomunikasi dengan sanak saudara mereka guna menjaga hubungna mereka. Namun sekarang, hubungan dilakukan dengan menggunakan jaringan virtual dan perangkat lunak, sementara pertemuan dan interaksi tatap muka dihindari. Akibatnya, manfaat penting interaksi langsung dalam menyelesaikan masalah keluarga atau transfer budaya dan tradisi telah dilupakan.

Masalah lain yang dibahas adalah interferensi perbatasan dan ruang dalam keluarga dengan masyarakat. Internet dan ruang maya yang tersedia di dalamnya memiliki fitur yang tidak bergantung pada batasan tempat atau waktu serta dapat diperoleh dan di akses setiap kapan dan di mana pun. Oleh karena itu, internet telah menghapus perbedaan domain dan batasan serta menyebabkan fenomena tumpang-tindih. Karena masyarakat dewasa ini melakukan banyak pekerjaan di luar rumah, seperti pekerjaan bisnis dan kantor, secara online dan menggunakan teknologi ini. Selain manfaat positif yang dimiliki pengguna, internet tetap berpotensi besar melemahkan hubungan keluarga atau masalah bahkan dalam lingkup kerja.

Selain anggota keluarga perlu menjalin hubungan emosional, dan dapat dikatakan bahwa bahwa menjawab tuntutan tersebut merupakan salah satu fungsi vital keluarga. Penggunaan internet dan jaringan virtual yang berlebihan membuat anggota keluarga kurang menyadari tuntutan tersebut. Seperti saat ini ketika banyak pasangan yang mengeluhkan masalah ini dan tidak merasa bahagia.

Di dunia sekarang ini, media massa modern, seperti internet, memainkan peran penting di semua negara, termasuk politik, ekonomi, sosial dan budaya. Saat ini, di semua bidang, marak dibahas pengaruh, peran dan mekanisme pengaruh media virtual. Pentingnya sarana komunikasi dan media massa ini sampai pada tingkat di mana para ilmuwan memasukkannya dalam pembagian tahap historis peradaban manusia. Allison Taffler telah membagi peradaban manusia menjadi tiga tahap: pertanian, industri, pasca industri, atau era komunikasi dan informasi. Di era pasca industri, kekuasaan ada di tangan orang-orang yang memiliki jaringan komunikasi dan informasi.

Seperti yang telah kita sebutkan dalam program sebelumnya, salah satu kawasan paling efektif yang secara langsung dan jelas terpengaruh oleh lingkungan media dan mengalami berbagai transformasi adalah keluarga. Struktur keluarga bereaksi dan berubah akibat pengaruh dari ruang maya. Penggunaan jejaring sosial secara berlebihan di lingkungan keluarga dapat mengurangi volume komunikasi emosional hingga hanya lebih kurang dari 15 menit sehari.

Selain itu, penyalahgunaan fasilitas ini telah mengakibatkan terhapusnya privasi dalam keluarga, dan bahkan dalam beberapa kasus menyebabkan perselisihan dan perceraian. Hubungan masing-masing pasangan dengan orang asing dan bahkan lawan jenis dalam daftar teman dan kenalan akan menurunkan penurunan tingkat kepercayaan di antara mereka. Dengan tingkat kepercayaan yang rendah dalam keluarga, ketenangan akan terusik dan akhirnya bangunan keluarga tersebut terancam kehancuran.

Selain isu kerusakan sosial, kehadiran ruang maya dalam lingkungan keluarga, dapat mengubah gaya hidup, parameter nilai dan budaya Islam, serta perubahan identitas budaya dan sosial. Seperti yang kita ketahui, keluarga di negara-negara Islam memiliki hubungan yang sangat erat dengan budaya dan nilai-nilai standar Islam.

Untungnya, nilai-nilai dan jejaknya masih tetap terjaga dalam keluarga islami di era modern dan sekuler dunia modern ini dan hanya mengalami perubahan minimal. Namun, perluasan budaya virtual dan konten anti-Islam yang tidak tepat dengan kekentalan budaya Barat di internet serta munculnya sarana komunikasi baru tetap menjadi ancaman serius bagi institusi keluarga.

Sebagaimana kita amati saat ini, dengan perluasan hubungan ini di dunia baru, nilai-nilai agama seperti pedulian dan menjaga kehormatan sudah tidak penting lagi, yang akan mengakibatkan berbagai dampak dan konsekuensi, dan secara perlahan mengubah parameter dan nilai-nilai serta gaya hidup Islam. Kehidupan sekuler Barat dan modern akan dengan cepat menggantikan posisinya.

Agama dan identitas agama memainkan peran penting dalam masyarakat Islam. Pada hakikatnya, identitas agama adalah salah satu unsur terpenting dalam stabilitas, persatuan dan kohesi sosial masyarakat Islam. Di masa lalu, identitas dibentuk melalui institusi keluarga dan orang tua, serta interaksi dan komunikasi umumnya terbentuk secara fisik dan nyata di sebuah titik geografis tertentu. Namun sekarang, dengan munculnya fenomena yang disebut dunia maya, identitas agama telah terancam dan berubah. Pola interaksi tradisional terancam dilupakan.

Masuknya serta dominasi dunia maya, sebelum menciptakan peluang, justru terlebih dahulu menimbulkan perubahan identitas, terutama di tingkat agama, dan juga keterasingan di kalangan remaja dan pemuda, yang menjadi pondasi terciptanya krisis identitas keagamaan di antara mereka. Tentu saja kehadiran seseorang di ruang seperti itu tidak pasti menciptakan krisis. Namun krisis identitas agama terjadi ketika pengguna secara tidak sadar terjebak dalam perangkap jaringan cyber yang menipu di mana semakin tertarik dia terhadap jaringan tersebut, maka semakin rentan identitas agamanya.

Dewasa ini, dunia Barat yang dominan memperluas dominasinya di seluruh dunia, dengan memperluas budayanya melalui berbagai sarana efektif seperti Internet. Seperti yang kita saksikan sekarang, budaya Barat dengan kemampuan media yang dimiliki, dengan mengerahkan sarananya, mencatat volume tertinggi promosi budayanya di dunia dan mengubahnya menjadi budaya global. Oleh sebab itu, internet memainkan peran penting dalam proses globalisasi budaya.

Atas dasar itu, kita menyaksikan fakta bahwa teknologi informasi komunikasi, menarget masyarakat, identitas etnis dan lokal, serta merongrong pondasi koherensi dan identitas kolektif di tingkat nasional. Melalui sarana dan pengaruh yang sama, disebarkan kesan bahwa budaya dan identitas nasional dipandang terbelakang di hadapan globalisasi budaya Barat.

Melalui internet, pola perilaku Barat dipresentasikan kepada masyarakat lain dan khususnya keluarga. Secara bertahap hal itu diterima sebagai model dominan di dalam lingkungan sosial dan keluarga. Dengan demikian, gaya hidup Barat semakin meluas. Seperti sekarang ini, hubungan keluarga Barat menjadi model dominan di masyarakat lain, termasuk di sebagian kelompok masyarakat Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: