Puluhan Warga Jadi Korban Serangan Udara, Bukti AS Langgar Kedaulatan Irak

PMU, umumnya dikenal dengan nama Arab Hashd al-Sha’abi, membenarkan bahwa pasukan AS di negara itu telah melakukan serangan udara pada brigade ke-35 dan ke-36 yang menurut AS ditujukan untuk Kata’ib Hezbollah di Irak.

Juru bicara Kata’ib Hezbollah, Sayyid Jaafar Al-Husseini, mengatakan kepada TV Al-Manar dalam panggilan telepon bahwa 24 martir dan lebih dari 50 terluka dalam serangan AS. Al-Husseini memperingatkan bahwa agresi AS akan disambut dengan tanggapan yang sesuai.

Menurut laporan awal, lima fasilitas yang dijalankan oleh pasukan PMU Irak di provinsi Anbar dan Suriah yang berdekatan menjadi sasaran dalam serangan pada hari Minggu (29/12).

Reuters mengutip PMU dan sumber-sumber militer Irak lainnya yang mengatakan bahwa beberapa pejuang Irak tewas dalam serangan udara di markas mereka di dekat distrik Qaim barat di provinsi Anbar Irak dekat perbatasan dengan Suriah.

Laporan itu menambahkan bahwa serangan itu kemungkinan dilakukan oleh drone dan ambulans terlihat menuju ke daerah tersebut.

Serangan itu terjadi setelah pejabat Amerika mengklaim pada hari Jumat (27/12) bahwa “kontraktor AS” telah tewas dalam apa yang mereka sebut sebagai serangan roket yang menargetkan pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS dan Irak di utara negara Arab. AS menuduh Kata’ib Hezbollah terlibat dalam serangan roket di pangkalan militer K1 di luar Kirkuk, Irak utara.

Tak lama setelah serangan itu, Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengeluarkan pernyataan, mengumumkan bahwa mereka telah melakukan apa yang disebutnya “serangan defensif” di Irak dan Suriah terhadap fasilitas PMU. Pentagon menambahkan bahwa pihaknya menargetkan tiga lokasi pejuang Irak di Irak dan dua di Suriah.

“Menanggapi serangan Kata’ib Hezbollah (KH) yang berulang-ulang terhadap pangkalan Irak yang menjadi tuan rumah pasukan koalisi Operation Inherent Resolve (OIR), pasukan AS telah melakukan serangan defensif yang presisi terhadap lima fasilitas KH di Irak dan Suriah yang akan menurunkan kemampuan [kelompok] itu untuk melakukan serangan di masa depan terhadap pasukan OIR,” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman.

Perlu dicatat bahwa PMU Irak memainkan peran utama dalam pembebasan wilayah-wilayah yang dikuasai ISIL di selatan, timur laut, dan utara ibukota Irak, Baghdad, setelah para teroris melancarkan serangan di negara itu, menguasai banyak wilayah di negara itu.

Sumber: islamtimes.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: