Demo Kedubes, Irak Kecam Serangan Bom dan Tuntut Usir Pasukan AS

Metroislam.id – Rakyat Irak menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan kedutaan besar AS di Baghdad sebagai tanggapan atas serangan yang dilancarkan AS terhadap basis Al-Hashd Al-Shaabi.

Pada Minggu malam, 30 Desember 2019, AS menyerang posisi Kataeb Hizbullah Irak di al-Qaim, provinsi al-Anbar, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka. Insiden berdarah ini menimbulkan kemarahan rakyat Irak yang berunjuk rasa di luar kedutaan AS di Baghdad sejak kemarin.

Reaksi rakyat Irak terhadap serangan AS mengandung beberapa pesan penting.

Pertama, setiap serangan asing di Irak akan menyatukan rakyat dan kelompok-kelompok politik di Irak. Selama dua hari terakhir, ketika rakyat Irak berdemonstrasi di luar kedutaan AS di Baghdad, sejumlah besar tokoh dan kelompok politik di negara itu juga menuntut pengusiran pasukan AS dari Irak.

Kedua, sentimen anti-Amerika di Irak telah meningkat tajam pasca serangan yang dilakukan negara ini terhadap basis Al-Hashd Al-Shaabi. Para pengunjuk rasa menyerbu kedutaan AS di Irak, padahal kedutaan berada di zona hijau yang dijaga ketat.

Kemarahan orang-orang Irak terhadap AS kemarin belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian dari dinding beton dihancurkan dan menara penjaga dibakar, sejumlah kamera keamanan kedutaan AS dilempari batu  dan bagian eksterior kedutaan juga dibakar. Kemarahan rakyat Irak tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan personel keamanan dan tentara yang berjaga di kedutaan besar AS di Baghdad.

Ketiga, propaganda negatif yang disebarkan secara masif oleh AS dan sekutunya terhadap Al-Hashd al-Shaabi selama ini tidak berhasil. Unjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS menunjukkan dukungan dan pembelaan rakyat Irak terhadap Al-Hashs Al-Shaabi. Hal ini menunjukkan bahwa rakyat Irak secara positif mengevaluasi fungsi Al-Hashd Al-Shaabi di negara itu dan mendukungnya melawan invasi asing.

Keempat, Amerika telah menyadari bahwa tanggapan terhadap serangan yang dilakukannya tidak harus berupa rudal, tetapi unjuk rasa rakyat pada akhirnya dapat mengarah pada pengusiran pasukan AS atau menimbulkan korban tewas dan cedera dari pihak tentara AS di Irak. Aksi unjuk rasa yang terus-menerus dilakukan rakyat Irak dapat menekan parlemen negara ini untuk mempercepat pengadopsian undang-undang yang menjadwalkan waktu penarikan pasukan asing dari Irak.

Selain pesan-pesan ini, tanggapan rakyat Irak terhadap serangan AS kepada basis Al-Hashd Al-Shaabi di al-Qa’im juga memiliki beban psikologis yang besar bagi AS. Pakar masalah Irak, Sayed Reza Ghazvini Gharabi mengatakan, “Tidak diragukan aksi sejumlah besar pemrotes menyerang Kedutaan Besar AS dan mendirikan tenda di depannya serta memasang bendera Irak dan batalyon Hezbollah di dindingnya menimbulkan beban psikologis yang jauh lebih besar daripada respon militer dan rudal, dan ini adalah kecerdasan para perancangnya.”

Sumber: parstoday.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: