60 Persen Ekonomi Iran Dikuasai Garda Revolusi (IRGC), Benarkah ? Berikut Datanya

Metroislam.id – Beberapa hari lalu salah satu situs berita Indonesia menulis judul yang cukup bombastis, “Garda Revolusi Iran, Bisnis Gendut Para Mullah dan Jenderal”.

Berita ini santer di media sosial tanah air pasca serangan balasan rudal Iran untuk menuntut balas pembunuhan Komandan Pasukan Qods, IRGC, Jenderal Qasem Soleimani, ke pangkalan militer Amerika Serikat, Ain Al Asad di Irak pada Rabu (8/1/2020) dinihari.

Intinya berita itu menyindir penambahan anggaran IRGC, padahal itu dilakukan dengan memperhatikan situasi keamanan Iran yang akhir-akhir ini terganggu pasca teror terhadap Jenderal Soleimani oleh pasukan Amerika di Irak. Seandainya IRGC tidak diperkuat maka keamanan Iran akan semakin terancam terutama karena tugas IRGC adalah di perbatasan Iran. Bahaya besar terorisme akan sulit dibendung Iran bahkan negara kawasan jika IRGC lemah, ini adalah kenyataan yang buktinya dapat disaksikan dengan jelas pasca kekalahan kelompok teroris Daesh di Irak dan Suriah.

Berita itu juga mengklaim 60 persen perekonomian Iran dikuasai 4 yayasan yang bernaung di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC. Keempat yayasan yang dimaksud adalah Bonyad Mostadafin Enghelab Eslami, Astan Qods Razavi, Setad Ejrai Farman-e Emam dan Gharargah Sazandegi Khatamul Anbiya.

Masih menurut berita tersebut, karena status yayasan-yayasan yang dituduh milik IRGC itu abu-abu antara bisnis pribadi, militer, negara dan keagamaan, maka telah menimbulkan maraknya korupsi dan nepotisme, tanpa menunjukkan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sumber berita adalah media Jerman, Deutsche Welle (DW). Sebenarnya pernyataan itu disampaikan sekitar bulan September 2019, namun kembali dimunculkan baru-baru ini pasca serangan rudal balasan Iran ke pangkalan militer Amerika. Sebabnya apa, belum pasti, namun lebih baik tidak berspekulasi.

Pertama mesti dipahami bahwa sektor ekonomi Iran terdiri dari sektor pemerintah, swasta dan koperasi. Tapi ada satu sektor lain yang statusnya di luar ketiga sektor di atas, yaitu yang mengurusi urusan publik tapi dipegang swasta atau lembaga publik non-pemerintah.

Bonyad Mostadafin Enghelab Eslami, dan Astan Qods Razavi adalah contoh lembaga ini. Sementara Setad Ejrai Farman-e Emam merupakan organ pemerintah, dan Gharargah Sazandegi Khatamul Anbiya-lah yang merupakan lembaga di bawah IRGC.

Kemudian terkait tuduhan bahwa 60 persen perekonomian Iran dikuasai IRGC, Menteri Ekonomi Iran, Farhad Dejpasand membantahnya. Sejumlah kajian di Iran mengatakan pendapat 60 perekonomian dikuasai IRGC adalah keliru, dan prosentase terbesar perekonomian dikuasai pemerintah.

Salah satu indikator yang digunakan untuk menilai prosentase ekonomi pemerintah dalam ekonomi adalah membandingkan jumlah total anggaran pemerintah dengan Produk Domestik Bruto, PDB.

Sebagaimana dilaporkan Bank Sentral Iran, prosentase sektor pemerintah dalam perekonomian Iran mencapai 19,5 persen, dan perusahaan-perusahaan pemerintah mencapai 47,6 persen dari total PDB negara ini tahun 2018 (karena data yang digunakan adalah data tahun 2018), artinya 67,1 persen perekonomian Iran dikuasai sektor pemerintah.

Total aset tiga lembaga Setad Ejrai Farman-e Emam, Astan Qods Razavi dan Bonyad Mostadafin sekitar 446000 miliar toman, jika dibandingkan dengan aset pemerintah Iran yang berjumlah sekitar 18000000 miliar toman, hanya sekitar 2,5 persen. Seandainya jumlah ini ditambahkan dengan aset Gharargah Sazandegi Khatamul Anbiya yang dimiliki IRGC itupun tidak akan mencapai 60 persen.

Oleh karena itu berdasarkan data di atas, klaim 60 persen perekonomian Iran dikuasi 4 yayasan IRGC tidak benar. Berita tersebut cenderung tendensius di tengah memanasnya ketegangan Iran dengan Amerika baru-baru ini.

Sumber: Parstoday.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: