Dampak “Deal of the Century” AS-Israel

Metroislam.id – Kesepakatan abad sebuah insiatif Amerika terkait sengketa Palestina dan rezim Zionis Israel. Pemerintah Amerika sebelumnya beberapa kali berusaha meresmikan rencana ini, namun dikarenakan berbagai alasan termasuk krisis politik di bumi pendudukan, gagal mengumumkan secara resmi inisiatif tersebut.

Kesepakatan abad sepenuhnya sebuah rencana diskriminatif yang sepenuhnya selaras dengan kepentingan Israel. Sekaitan dengan rencana ini, Quds akan diakui sebagai ibukota Israel dan kedubes AS juga telah direlokasi dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis. Selain itu, rencana ini juga menetapkan pelarangan pengungsi Palestina pulang ke tanah air mereka dan pelucutan total senjata bangsa Palestina.

Sepertinya selama peresmian rencana ini ada hal baru yang bakal meningkatkan citra diskriminatif dan tidak adil kesepakatan abad. Penyerahan distrik yang disengketakan di Tepi Barat kepada Israel merupakan salah satu poin baru di kasus ini, di mana petinggi Israel baru-baru ini juga mengklaim hal serupa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa waktu lalu dan Benny Gantz, pemimpin koalisi Biru dan Putih selama beberapa hari  lalu mengklaim bahwa jika kabinet baru terbentuk, mereka akan mengambil langkah untuk memperkokoh kedaulatan Israel terhadap distrik yang disengketakan di Tepi Barat.

Poin penting di sini adalah waktu yang dipilih Donald Trump untuk meresmikan rencananya tersebut. Rencana ini diresmikan ketika Israel menghadapi krisis politik yang parah. Trump ingin menyampaikan pesan ini bahwa peresmian rencana kesepakatan abad tidak sekedar bergantung pada pembentukan kabinet oleh Netanyahu. Oleh karena itu, secara bersamaan juga meminta Netanyahu dan Gantz untuk berunding di Gedung Putih.

Selain itu, rencana ini dirilis ketika proses pemakzulan Donald Trump oleh Senat tengah berlanjut dan di sisi lain, di tahun ini harus terlibat persaingan dengan rivalnya dari kubu Demokrat di pilpres. Trump sangat mementingkan dukungan Lobi Zionis di Amerika. Oleh karena itu, ketika Trump tengah terhimpit oleh represi dalam negeri, ia lantas akan meresmikan kesepakatan abad.

Isu lain adalah peresmian rencana ini akan memiliki dampak penting. Presiden Amerika mengklaim bahwa bangsa Palestina pada awalnya akan menunjukkan respon negatif atas rencana ini, namun pada akhirnya mereka akan menerimanya. Sementara itu, berbeda dengan klaim Donald Trump, peresmian kesepakatan abad akan menjadi faktor eskalasi perseteruan antara Israel dan Palestina.

Dampak lain dari rencana ini adalah geopolitik Asia Barat akan mengalami perubahan, karena di rencana ini seluruh wilayah yang disengketakan antara Palestina dan Suriah dengan Israel diberikan kepada rezim ilegal ini. Sementara geografi Palestina dan Suriah akan semakin menyusut dan wilayah pendudukan semakin luas. Ini juga menjadi faktor eskalasi bentrokan dan konfrontasi di kawasan Asia Barat dengan fokus Zionis.

Poin terakhir adalah Donald Trump dengan meresmikan rencana ini kembali membuktikan bahwa ia terus menentang masyarakat internasional dan mengabaikan berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB terkait perseteruan Palestina dan Israel.

Sumber: parstoday.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *