Erdogan: Negara-Negara Arab Berkhianat Terhadap Palestina

“Beberapa negara Arab yang mendukung rencana semacam itu melakukan pengkhianatan terhadap Yerusalem, serta terhadap rakyat mereka sendiri, dan yang lebih penting terhadap semua umat manusia,” kata Erdogan di Ankara, seperti dikutip AFP, Jumat, 31 Januari 2020.

Erdogan yang mengklaim dirinya pendukung kuat hak-hak Palestina, mengecam Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania.

“Arab Saudi khususnya, Anda diam. Kapan Anda akan memecah kesunyian Anda? Anda melihat Amman (Yordania), Bahrain, dan Abu Dhabi adalah sama,” kata Presiden Turki itu.

“Malu kalian! Malu kalian! Bagaimana mereka yang bertepuk tangan (rencana) memberikan pertanggungjawaban atas langkah berbahaya ini?,” tanyanya.

Kemarahan Erdogan terkait pada pengumuman Presiden AS Donald Trump Selasa 28 Januari lalu mengenai rencana perdamaian Timur Tengah. Trump mengatakan, Yerusalem akan tetap menjadi ‘ibu kota yang tidak terbagi’ oleh Israel.

Para petinggi dan masyarakat Palestina menilai rencana perdamaian yang disusun AS tersebut bersifat bias terhadap Israel. Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh menganggap “Perjanjian Abad Ini” dapat memupuskan perjuangan bangsa Palestina.

Dalam laporan dari kantor beritaSaudi Press Agency(SPA), Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud telah menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengenai rencana perdamaian Trump. Ia menekankan kembali posisi Saudi yang terus mendukung “perjuangan dan hak-hak masyarakat Palestina.”

PM Shtayyeh menilai rencana Trump cacat karena Palestina tidak ikut diundang dalam pembahasannya di Washington. Palestina menegaskan, rencana perdamaian apapun tidak dapat dijalankan tanpa melibatkan mereka.

Sumber: islamtimes.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *