Gus Mus: Di Negeri Daging “Dokter Ruhani” Hanya Memerlukan Keberanian Menghadapi Yaumul Hisab

Metroislam.id – Gus Mus: Di Negeri Daging “Dokter Ruhani” Hanya Memerlukan Keberanian Menghadapi Yaumul Hisab

KH Mustofa Bisri, atau akrab disapa Gus Mus, ulama sepuh yang juga sastrawan asal Rembang ini di dalam akun Instagram-nya (9/9) menulis perbandingan tentang dokter (kesehatan fisik) dengan “dokter ruhani” terkait usaha mereka untuk mendapatkan ijazah.

Berikut ini pemaparan beliau:

“Di ‘Negeri Daging’, orang yang akan membuka praktek kedokteran untuk konsultasi kesehatan atau mengobati fisik/jasmani masyarakat, minimal harus memiliki ijazah dokter, dokter spesialis, dokter gigi, atau dokter gigi spesialis.

“Untuk mendapatkan ijazah dokter, mahasiswa kedokteran tidak cukup hanya dengan menempuh studi 8 semester. Masih ada tahapan-tahapan dan ujian-ujian lain. Kalau pun terjadi mala praktek, paling hanya berakibat pada fisik/jasmani di dunia ini saja.

“Sementara untuk ‘dokter ruhani’ bagi kesehatan jiwa (dan apabila terjadi mala praktek, dampaknya bisa dunia-akhirat), di ‘Negeri Daging’ tidak diperlukan ijazah, bahkan sekadar sertifikat. Yang diperlukan hanya keberanian menghadapi Yaumul Hisab (Hari Perhitungan perbuatan manusia-red). 😅😪”

Gus Mus yang pernah menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama ini, sebelumnya pada tahun 2002 pernah menulis sebuah buku yang berjudul Negeri Daging, salah satu dari delapan antologi puisi yang dibuat olehnya.

Sementara tulisannya mengenai ijazah ini, meskipun tidak menyebutkannya secara langsung, ada kemungkinan hal ini berkaitan dengan isu sertifikasi ulama yang belum lama ini diserukan oleh Menteri Agama Fachrul Razi.

MUI sendiri, melalui surat edaran, dengan tegas menolak program sertifikasi tersebut. Isi surat tersebut di antaranya menyatakan bahwa sertifikasi menimbulkan “kekhawatiran akan adanya intervensi pemerintah pada aspek keagamaan.”

Source: www.islamindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: