Apa Motif dan Tujuan Pembunuhan Para Ilmuwan Iran? Inilah Penjelasannya

Metroislam.id – Kepala Organisasi Riset dan Inovasi Kementerian Pertahanan Iran, Mohsen Fakhrizadeh gugur syahid dalam sebuah serangan teror di luar Kota Tehran pada Jumat (27/11/2020) sore.

Ini bukan pertama kalinya seorang ilmuwan Iran menjadi sasaran serangan teroris. Dengan melihat kasus serupa aksi teror di tahun-tahun sebelumnya, ada dua pertanyaan mendasar yang perlu diutarakan.

Pertama, apa motif dan tujuan pembunuhan para ilmuwan khususnya para ilmuwan terkemuka nuklir Republik Islam Iran? Kedua, pemerintah dan organisasi teroris mana yang merencanakan pembunuhan para ilmuwan nuklir Iran dan anasir mana yang menjadi eksekutornya?

Jelas bahwa salah satu tujuan teror ini adalah untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembangan Iran di bidang sains, pertahanan, dan teknologi nuklir. Orang-orang yang dibunuh ini adalah ilmuwan Iran dan mereka tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain. Satu-satunya alasan teror ini adalah ketakutan akan pengetahuan mereka dan kemajuan bangsa Iran.

Syahid Fakhrizadeh adalah ilmuwan penting dan salah satu dari lima tokoh Iran yang namanya masuk dalam daftar 500 orang paling kuat di dunia menurut majalah Foreign Policy Amerika.

Namun dalam menjawab pertanyaan kedua, harus dikatakan bahwa agen-agen rezim Zionis sebelum ini telah membunuh beberapa ilmuwan nuklir Iran. Pembunuhan Majid Shahriari dan Masoud Alimohammadi termasuk di antara aksi teror tersebut.

Media-media dunia juga menyoroti keterlibatan Israel dalam pembunuhan Fakhrizadeh. Televisi al-Mayadeen Lebanon dalam sebuah laporannya mengutip pemberitaan media-media rezim Zionis tentang kemungkinan keterlibatan Israel dalam aksi keji ini, di mana Benjamin Netanyahu lewat sebuah twit mengatakan, “Saya telah melakukan banyak hal minggu ini yang tidak dapat saya sampaikan semuanya.”

Pada Maret 2019, jurnalis dan analis keamanan Israel, Ronen Bergman mengungkapkan bahwa Mossad telah mengidentifikasi 15 ilmuwan Iran dan membunuh enam di antaranya, sebagian besar dalam perjalanan ke tempat kerja di pagi hari dengan bom yang ditempelkan di mobil mereka.

Surat kabar Jerman, Der Spiegel dalam sebuah laporan mengulas tentang pembunuhan Dariush Rezaei-Nejad dan menyatakan bahwa pembunuhan para ilmuwan Iran adalah pekerjaan Mossad.

Beberapa nama ilmuwan Iran yang terbunuh terdapat dalam laporan rahasia Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan lembaga-lembaga Israel punya akses ke informasi rahasia tersebut. Ini adalah sebuah isu penting lainnya yang mengindikasikan hubungan antara laporan tersebut dan aksi teror.

Jurnalis investigasi Amerika, Seymour Hersh dalam sebuah artikel berbicara tentang kasus teror para ilmuwan Iran yang menjadi proyek bersama antara Israel dan AS. Menurutnya, AS telah lama melatih sekelompok anggota munafikin MKO di Gurun Nevada untuk melakukan operasi sabotase dan pembunuhan.

Namun, negara-negara yang mengaku memerangi terorisme – dengan tuduhan palsu dan berbagai skenario – justru berusaha memperkenalkan Iran sebagai pelaku teror dan pembuat kekacauan. Sekarang masih harus dilihat apakah aksi teror tersebut akan dikecam oleh masyarakat internasional?

Musuh-musuh bangsa Iran telah menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan jahatnya, mereka akan melakukan kejahatan apapun mulai dari pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani – yang berperan besar dalam menghancurkan Daesh dan memerangi terorisme yang didukung oleh Amerika, Israel, dan Arab Saudi – hingga aksi teror terhadap para ilmuwan Iran di bidang sains dan pertahanan. Kejahatan ini pasti akan diproses dan dibalas oleh Iran.

Meskipun kehilangan para ilmuwan seperti Fakhrizadeh, merupakan sebuah pukulan bagi bangsa Iran, namun para perancang kejahatan ini kembali melakukan kesalahan perhitungan, karena perkembangan sains telah melembaga di Iran dan jalan para syuhada ini akan dilanjutkan dengan tekad yang lebih kuat.

(Source: Parstoday)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: