Iran Semakin Disanksi Semakin Kuat

Metroislam.id – Menurut pendapat pengamat Prancis, meski mendapat sanksi besar, ekonomi muqawama membuat Iran mampu bertahan dan melawan di kondisi sulit tersebut.

Alexandre Austin saat diwawancarai IRNA menekankan, “Meski ada sanksi, Iran mengerahkan berbagai strategi untuk menjaga stabilitas ekonominya dengan menggerakkan kapasitas produksi dalam negeri, yakni yang ditekankan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran “ekonomi muqawama”.”

“Rakyat Iran terlepas dari perbedaan individu, memiliki kesamaan ideologi politik terkait penentuan nasib mereka, dan tidak mengijinkan sanksi mengalahkan mereka. Rakyat Iran dengan bersandar pada kapasitas dan kemampuannya di kondisi sulit, masih tetap berdiri di atas kaki mereka sendiri dan bergerak maju,” paparnya.

Austin menilai sanksi sepihak Amerika sebagai salah satu manifestasi hegemoni pemerintah Washington khususnya di era Presiden Donald Trump.

Pemerintah Amerika pimpinan Donald Trump dengan keluar secara sepihak dari JCPOA pada 8 Mei 2018 mengira melalui represi maksimum mampu memaksa Iran kembali ke meja perundingan dan menerima semua syarat yang diajukan Amerika Serikat.

Setelah dua setengah tahun, Amerika masih tetap gagal meraih tujuannya terhadap Iran.

sumber: parstoday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: