Tiga Aktor Negara di Balik Aksi Teroris Terbaru di Irak

Metroislam.id – Pejabat keamanan Kataib Hizbullah menyebut Amerika Serikat, rezim Zionis dan Arab Saudi sebagai aktor utama di balik serangan teroris baru-baru ini di Irak.

Saberin News melaporkan, Abu Ali Al-Askari di akun Twitternya pada Minggu malam menulis, “Kami tegaskan bahwa aktor di balik pembunuhan dan pembantaian massal adalah Zionis-Amerika-Saudi. Oleh karena itu, kami harus menyerang sumbernya bukan melakukan aksi balas dendam terhadap pelaku di lapangan saja,”.

Al-Askari mengimbau kelompok perlawanan di kawasan untuk membalas darah para syuhada perlawanan dan tidak mundur dari jalur perjuangan ini.

Pada Sabtu malam, milisi kelompok teroris Daesh menyerang pasukan Brigade 22 Al-Hashd Al-Shaabi di provinsi Salah al-Din, yang menyebabkan 11 orang anggota gerakan perlawanan rakyat Irak gugur dan 12 orang lainnya terluka.

Di sisi lain, Kota Baghdad yang setelah sekian lama tenang kembali dilanda dua ledakan teroris yang menewaskan sedikitnya 32 warga Irak dan melukai 110 lainnya.

Kantor Berita Al-Ahed News hari Minggu mengutip sumber keamanan Irak melaporkan bahwa kamera termal Al-Hashd al-Shaabi memantau pendaratan helikopter militer AS di daerah pegunungan Himreen di provinsi Salah al-Din beberapa hari lalu.

Helikopter tersebut membawa bantuan senjata, dan peralatan untuk mendukung kelompok teroris Daesh.

Sumber keamanan Irak mengatakan bahwa milisi teroris Daesh menggunakan senjata berat dan berbagai senjata dalam serangan terhadap pasukan al-Hashd al-Shabi di Himreen.

Kelompok teroris Daesh menyerang Irak pada tahun 2014 dengan dukungan dana dan logistik militer dari Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Arab Saudi.

sumber: parstoday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *