PBB tidak Berani Kecam Blokade Yaman

Metroislam.id – Juru bicara Ansarullah menekankan perlawanan terhadap agresor dan menambahkan, Perserikatan  d.iBangsa-slamBangsa (PBB) tidak berani mengecam blokade terhadap Yaman

Seperti dilaporkan Televisi Al Masirah Kamis (25/2/2021), Mohammad Abdulsalam menilai perang di Marib sebagai respon atas eskalasi agresi terhadap Yaman.

“Agresi ke Yaman dilakukan oleh koalisi asing dan tidak terbatas pada aksi pemboman dan blokade, tapi wilayah seperti Provinsi Marib diduduki untuk dijadikan bagai basis aksi militer,” papar Abdulsalam.

Ia juga menjelaskan bahwa perang Marib dinilai sebagai agresi di tingkat internasional dan mereka berharap rakyat Yaman tidak membela diri. “Opsi militer dipaksakan kepada Yaman, sementara kami senantiasa menghendaki opsi damai,” ungkapnya.

Pejabat Yaman ini seraya mengkritik kebungkaman masyarakat internasional terhadap agresi dan blokade Yaman mengungkapkan, “Blokade Yaman dilakukan dengan fasilitas Amerika dan rakyat serta pasukan Yaman tidak dapat diam menyaksikan agresi ini.”

Jubir Ansarullah menekankan, perang terhadap Yaman harus dihentikan melalui implementasi dalam kenyataan, bukan hanya kata-kata, mengatakan bahwa pasukan agresor telah dikalahkan secara politik dan militer dan telah merosot dalam dimensi manusia.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman mulai Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut. Akibat serangan tersebut, sampai saat ini lebih dari 16 ribu warga Yaman tewas dan puluhan ribu lainnya terluka.

sumber: parstoday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: